Beranda Berita Alphonso Davies Road Runner Bayern Munchen

Alphonso Davies Road Runner Bayern Munchen

161
0
Alphonso Davies Road Runner Bayern Munchen
Alphonso Davies Road Runner Bayern Munchen

Alphonso Davies Road Runner Bayern Munchen – Musim 2019/2020 kemarin, Bayern Munchen secara sensasional mampu mengunci tiga trofi kompetisi Jerman. Mulai dari Bundesliga, DFB Pokal, hingga Liga Super Jerman. Dari sederet nama, Alphonso Davies muncul sebagai salah satu talenta dengan penampilan mengesankan.

Road Runner Tampil Gemilang

Pasca laga kembali bergulir Juni 2020 lalu setelah sebelumnya diberlakukan Lockdown karena wabah virus corona, Bayern Munchen langsung tancap gas tampil trengginas. Mereka membabat lawan tanpa ampun yang mencoba menghadang laju mereka. Di kancah Eropa, skuad The Bavarians juga tampil cukup bagus dengan menjuarai Liga Champions musim 2019/2020 dan terbaru adalah memenangkan UEFA Supercup.

Dari sekian nama pemain yang diturunkan Hansi Flick di semua laga, Alphonso Davies menjadi salah satu pemain yang disorot karena penampilannya. Dengan bermain sebagai bek kiri, Davies kerap mempertontonkan aksi overlap dengan memanfaatkan kecepatan dan skill yang ada padanya. 

Tak heran jika pemain asal Ghana ini dijuluki ‘Road Runner’ berkat kerajinannya berlari. Memang untuk catatan gol dan assist dia tidak memiliki catatan satupun. Akan tetapi perannya di lini bertahan skuad Die Roten cukup terasa.

Di ajang Bundesliga, Davies memiliki peran sangat penting dalam keberhasilan skema serangan yang dibangun tim asuhan Hansi Flick ini. Bahkan bek muda 19 tahun ini memiliki catatan dribel terbanyak kedua setelah rekannya, Thiago Alcantara. 

Di ajang Liga Champions musim lalu, Davies mencatatkan 3,3 dribel untuk setiap laga. Catatan ini membuatnya menjadi pemain bertahan dengan dribel paling banyak di setiap pertandingan di kompetisi tersebut.

Alih Posisi Bermain

Pemain dengan nama lengkap Alphonso Boyle Davies ini sebelumnya didatangkan Bayern Munchen dari klub Major League Soccer (MLS) Vancouver Whitecaps dengan mahar sebesar 10 juta Euro. 

Nilai tersebut menjadi rekor transfer termahal untuk MLS dimana rekor sebelumnya dimiliki Jozy Altidore. Bek kelahiran 2 November 2000 ini langsung dengan mudah beradaptasi dan menjadi pemain reguler Die Roten di semua ajang.

Awalnya Davies adalah pemain dengan posisi sebagai sayap serang, bahkan dia sempat digadang-gadang akan menjadi penerus dari Arjen Robben di skuad The Bavarians. Hanya saja seiring berjalannya waktu posisinya berubah menjadi bek kiri. Memang ini bukan posisi aslinya, namun pemain 19 tahun ini mampu memainkan perannya dengan sangat baik. Hal ini bermula ketika Bayern Munchen dilanda banyak pemain yang cedera. Dan karena handal dengan kaki kidalnya, dia dicoba untuk menempati posisi bek kiri, dan hasilnya luar biasa.

Alphonso Davies Road Runner Bayern Munchen
Alphonso Davies Road Runner Bayern Munchen

Di era kepelatihan Hansi Flick saat ini, Davies mendapatkan kepercayaan menempati posisi tersebut. Bahkan sang pelatih berani menggeser Alaba untuk bermain di bek tengah demi Davies. 

Meski lahir di Ghana, namun Alphonso Davies memiliki kewarganegaraan Kanada. Dan di Liga Champions musim lalu, dia menjadi orang pertama dari Kanada yang berhasil menjuarai kompetisi ini. Sungguh prestasi yang luas biasa untuk pemain yang belum genap berusia 20 tahun.

Masa Kecil Davies

Masa kecil Davies sempat mengalami masa-masa sulit ketika kedua orang tuanya menjadi korban dari perang saudara di Libia tahun 1999 silam. Hingga akhirnya dia lahir di kampung pengungsi di daerah Buduram, Ghana. Dengan keterbatasan air dan pangan, Davies dan keluarganya bertahan di kampung tersebut hingga dirinya berusia lima tahun.

Karena kehidupan yang semakin sulit, maka dia bersama keluarganya memilih untuk mengikuti program resettlement (program pemindahan penduduk para pengungsi ke tempat yang baru) dan beruntungnya, mereka terpilih untuk dipindahkan di kota Edmenton, Kanada, pada tahun 2005.

Di Kanada lah bakat Davies mulai tercium dan membawanya bergabung dengan SSB lokal Kanada St. Nicholas Soccer Academy. Demi mengembangkan potensinya, akhirnya Davies naik level dan bergabung dengan akademi klub sepakbola MLS, Vancouver Whitecaps di usia 14 tahun, Mulai dari kelompok umur U-16 dan U-18. Setahun  kemudian dirinya promosi ke skuad senior tim tersebut.

Setelah resmi mendapatkan kewarganegaraan Kanada, Davies rajin dipanggil untuk membela timnas junior Kanada. Di turnamen CONCACAF 2017 dia menjadi pemain termuda yang membela Timnas Kanada. 

Untuk level domestik, Alphonso Davies tercatat sudah dua tahun membela MLS sebelum akhirnya diboyong Bayern Munchen. Untuk MLS, Davies menjadi pemain winger, dan ia berhasil menyumbang 7 gol serta 10 assist dari 68 pertandingan.

Baca Juga : Profil Loris Karius Kiper Liverpool yang Hampir Menjadi Rider Motorcross

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here