Beranda Berita Formasi 4 Penyerang Liverpool Terbukti Tokcer

Formasi 4 Penyerang Liverpool Terbukti Tokcer

83
0
Formasi 4 Penyerang Liverpool Terbukti Tokcer
Formasi 4 Penyerang Liverpool Terbukti Tokcer

Formasi 4 Penyerang Liverpool Terbukti Tokcer – Berkaca dari laga imbang antara Manchester City kontra Liverpool Minggu (8/11/2020) kemarin, Jurgen Klopp sukses membuat tuan rumah kerepotan dengan formasi empat penyerang. Laga pekan kedelapan Liga Premier tersebut akhirnya berakhir dengan skor 1:1.

Perubahan Formasi

Seperti sudah diketahui sebelumnya, Liverpool pada bursa musim panas kemarin mendatangkan Diogo Jota dari klub tetangga, Wolverhampton. Publik sempat mengira kedatangan pemain asal Portugal tersebut akan membuat pelatih Jurgen Klopp leluasa untuk merotasi tiga pilar utama sebelumnya. 

Dimana ketiga pilar andalan tersebut dihuni oleh Mohamed Salah, Roberto Firmino, dan Sadio Mane. Namun anggapan tersebut ternyata kurang tepat karena pemain 23 tahun ini tampil diluar ekspektasi awal.

Formasi 4 Penyerang Liverpool Terbukti Tokcer
Formasi 4 Penyerang Liverpool Terbukti Tokcer

Ketika diturunkan, performa dari pemain kelahiran 4 Desember 1996 ini ternyata diluar dugaan dan kini mampu menjelma menjadi idola baru bagi para Liverpudlian. Bahkan banyak pihak yang beranggapan jika Jota memiliki performa lebih baik daripada Roberto Firminho, terutama soal produktivitas di lapangan. Meski demikian Jurgen Klopp masih menganggap jika Firmino masih menjadi kunci dari permainan timnya saat ini.

Melihat situasi ini, maka Klopp memutuskan untuk bereksperimen dengan merubah formasi permainannya ketika melawan Manchester City di Etihad Stadium Minggu kemarin. Sang pelatih mencoba memangkas jumlah pemain gelandang dan memainkan empat penyerang sekaligus sejak menit awal dengan menerapkan skema bermain 4-3-2-1. 

Namun hal baru ini hasilnya kurang memuaskan dan The Reds hanya mendapatkan hasil imbang. Hasil ini akhirnya membuat Liverpool lengser ke posisi ketiga klasemen Liga Premier dengan 17 poin setelah pekan sebelumnya sempat menduduki peringkat pertama. Dan Manchester City kini masih di peringkat kesepuluh dengan 12 poin terkumpul.

Membuat Tuan Rumah Kerepotan

Jika dipikir secara logika, seharusnya dengan adanya empat penyerang sekaligus yang dimainkan, seharusnya Liverpool dapat menyarangkan banyak gol ke gawang lawan. Namun kenyataanya mereka hanya mampu menelurkan satu gol saja ketika melawan Manchester City. 

Itu pun gol dari tembakan penalti yang berhasil dieksekusi oleh Mohamed Salah di menit ke-13. Sedangkan dari situasi open play mereka tidak mampu menjebol gawang The Citizens yang malam itu dijaga oleh Ederson Moraes.

Meski demikian, hal positif yang bisa diambil dari perubahan ini adalah ketika tuan rumah dikabarkan merasa kerepotan dengan aksi empat penyerang milik The Reds tersebut. Hal ini sempat diungkapkan Josep Guardiola sebagai pelatih Manchester City usai laga. Dimana dia merasa timnya kala itu merasa kerepotan meladeni aksi yang disuguhkan The Reds di laga matchday kedelapan ini.

Seperti dilansir dari media Sky Sports, usai pertandingan Josep Guardiola mengungkapkan dalam sesi wawancara jika tim asuhannya sempat kerepotan meladeni Liverpool. Tidak seperti biasanya, mereka memakai hanya tiga pemain di lini depan, namun di laga kali ini ada empat penyerang sekaligus. Kekompakan mereka terlihat manakala para pemain berlari dari lini bertahan ke lini serang dan tetap mempertahankan posisinya semula.

Bisa Beradaptasi

Untungnya setelah tertinggal satu gol di awal pertandingan, Manchester City masih mampu membendung aksi empat penyerang milik The Reds. Para pemain dari Manchester City mampu beradaptasi dengan situasi pertandingan dengan baik dan mampu bertahan. 

Mereka akhirnya mampu menyamakan kedudukan di menit ke-31 melalui tendangan Gabriel Jesus yang berhasil memanfaatkan umpan dari Kevin De Bruyne. Dari segi penguasaan bola, City juga unggul tipis dengan memiliki persentase 55 persen. Dan andai saja Kevin De Bruyne mampu memanfaatkan hadiah penalti yang mereka dapatkan, mungkin Manchester City mampu unggul dalam laga tersebut.

Lebih lanjut, Guardiola eks pelatih Barcelona dan Bayern Munchen itu mengungkapkan jika melawan Liverpool bukanlah hal yang mudah. Dia dan timnya merasa sangat beruntung masih bisa memiliki kedisiplinan tinggi terutama di lini bertahan. Sehingga mereka mampu membendung setiap ancaman yang datang kepadanya. 

Mendapatkan situasi seperti ini, Guardiola merasa mendapatkan ilmu dan pengalaman baru untuk mengolah timnya. Kini mereka mulai bersiap untuk kembali menata strategi untuk mengantisipasi tim seperti Liverpool. Dan laga selanjutnya Manchester City akan berhadapan dengan Tottenham Hotspur pada (22/11) mendatang. Sedangkan Liverpool akan menghadapi laga sulit berikutnya kontra Leicester City.

Baca Juga : Prediksi Belanda vs Spanyol 12 November 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here