Beranda Berita Roberto Firmino False Nine Terbaik Dunia yang Dulu Pernah Disepelekan

Roberto Firmino False Nine Terbaik Dunia yang Dulu Pernah Disepelekan

71
0
Roberto Firmino False Nine Terbaik Dunia yang Dulu Pernah Disepelekan
Roberto Firmino False Nine Terbaik Dunia yang Dulu Pernah Disepelekan

Roberto Firmino False Nine Terbaik Dunia yang Dulu Pernah Disepelekan – False nine merupakan sebuah role play yang banyak dijumpai dalam taktik sepak bola modern. Pemain yang berposisi sebagai false nine seringkali bermain lebih ke dalam hingga mendekati lini tengah untuk menjemput bola. Peran utamanya bukan sebagai seorang pencetak gol utama, melainkan sebagai pembuka ruang bagi rekan setimnya untuk mencetak gol.

Roberto Firmino dianggap sebagai salah satu pemain terbaik dunia yang mampu memainkan peran false nine ini. Berkat kehebatannya sebagai false nine, ia sukses mempersembahkan sederet gelar bergengsi bagi Liverpool.

Namun, di balik kesuksesannya saat ini, Firmino pernah disepelekan dan juga menjadi penjual kelapa di pantai demi menyambung hidup. Beruntung, mental juara membawanya keluar dari jurang kemiskinan dan merasakan kesuksesan sebagai pesepak bola.

Bakat Terpendam

Roberto Firmino merupakan bintang sepak bola yang lahir pada 2 Oktober 1991. Ia lahir di sebuah kota kecil bernama Maceio di Brasil.

Hidup dari keluarga dan lingkungan dengan kelas ekonomi menengah ke bawah memaksa Firmino harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Di usianya yang masih belia, ia telah bekerja sebagai penjual kelapa di pantai yang tak jauh dari rumahnya.

Di sela-sela waktu bekerjanya, Firmino selalu menyempatkan diri untuk bermain sepak bola dengan teman-temannya. Tonbense merupakan klub pertama yang mengajarinya tentang sepak bola.

Pada usia 13 tahun, Firmino pindah ke Clube de Regatas. Awalnya, klub ini begitu antusias dengan talenta Firmino sebagai seorang striker muda. Mereka terkesan saat Firmino mampu menceploskan 8 gol dalam sebuah pertandingan ketika masih membela Tonbnese.

Sayangnya, bakat Firmino tak banyak berkembang di Clube de Regatas. Salah satu pelatih menyebut bahwa Firmino tidak memiliki masa depan yang jelas sebagai pemain sepak bola. Firmino akhirnya dilepas oleh Clube de Regatas pada 2008 saat usianya 15 tahun.

Roberto Firmino False Nine Terbaik Dunia yang Dulu Pernah Disepelekan
Roberto Firmino False Nine Terbaik Dunia yang Dulu Pernah Disepelekan

Beruntung bagi Firmino, ia dipertemukan dengan seorang dokter gigi bernama Marcellus Pontella. Sang dokter sadar bahwa Firmino merupakan pemain hebat yang memiliki bakat terpendam. Ia kemudian mengajak Firmino bergabung dengan Figueirense.

Benar saja, karier Firmino melesat tajam bersama Figueirense. Ia hanya membutuhkan waktu satu tahun untuk menembus tim utama. Di usia 18 tahun, Firmino sukses menjadi bagian penting dari Figueirense yang promosi ke kasta tertinggi sepak bola Brasil pada 2010. Kala itu, ia tampil dalam 36 laga dengan torehan 8 gol.

Jajaki Karier di Eropa

Penampilan cemerlang Firmino bersama Figueirense membawanya terbang ke Jerman. Hoffenheim menjadi salah satu klub yang tertarik dengan bakatnya. Firmino berhasil melalui masa trial dengan baik dan mendapat kontrak profesional bersama klub Bundesliga tersebut pada Januari 2011.

Pada awal kedatangannya, Firmino lebih banyak menghabiskan waktunya di tim cadangan Hoffenheim sambil beradaptasi dengan kultur sepak bola Jerman. Ia tampil dalam 11 laga di putaran kedua musim 2010/2011 dengan sumbangan 3 gol.

Performa Firmino terus meningkat hingga menjadi tumpuan Hoffenheim pada musim berikutnya. Musim 2013/2014 menjadi musim terbaik Firmino bersama Hoffenheim. Ia berhasil membuat 16 gol dan 11 assist dari 33 penampilan selama semusim. Sejak saat itu, nama Firmino dikenal hingga ke penjuru Eropa.

Trio Terbaik Dunia

Kesuksesan Firmino di Hoffenheim menarik minat Liverpool yang kemudian memboyongnya pada Juli 2015 dengan mahar 41 juta euro.

Namun, pada musim pertamanya di Anfield, Firmino tak banyak mendapat kesempatan bermain reguler di bawah pimpinan pelatih Brendan Rodgers. Ia lebih sering dimasukkan pada babak kedua walaupun penampilannya tak kalah mentereng dengan bintang The Reds lainnya.

Pada 2015, Liverpool memutus kontrak Rodgers dan menunjuk Jurgen Klopp sebagai nahkoda anyar. Keputusan tersebut menjadi berkah bagi Firmino. Sebab, ia menilai bahwa Klopp terkenal dengan kultur sepak bola Jerman yang selama ini ia kenal.

Benar saja, Firmino langsung nyetel dengan gaya permainan Klopp di Liverpool yang banyak mengadaptasi gaya sepak bola Jerman.

Firmino kian mendapat banyak kesempatan bermain sebagai starter. Gelontoran gol dari kakinya semakin banyak tercipta untuk The Reds. Hingga akhirnya ia dipertemukan dengan dua sosok striker tajam asal Afrika bernama Sadio Mane dan Mohamed Salah.

Klopp memutuskan untuk menempatkan Firmino bersama Mane dan Salah di lini depan secara bersamaan pada musim 2017/2018. Ketiga pemain tersebut mampu bermain dengan baik sehingga disebut sebagai salah satu trio penyerang terbaik di dunia.

Peran Firmino begitu penting sebagai seorang penyerang lubang atau false nine di sektor depan The Reds. Bersama Mane dan Salah, Firmino sukses membukukan 53 gol dalam 4 musim terakhir. Ia juga berhasil mempersembahkan gelar Premier League, Liga Champions, dan Piala Dunia Antar Klub bagi Liverpool.

Baca Juga : Iago Aspas Striker Tajam yang Jadi Lelucon Tim Raksasa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here