Beranda Berita Shinji Kagawa Matahari Asia yang Terbenam Terlalu Cepat di Langit Eropa

Shinji Kagawa Matahari Asia yang Terbenam Terlalu Cepat di Langit Eropa

76
0
9. Shinji Kagawa, Matahari Asia yang Terbenam Terlalu Cepat di Langit Eropa
9. Shinji Kagawa, Matahari Asia yang Terbenam Terlalu Cepat di Langit Eropa

Shinji Kagawa Matahari Asia yang Terbenam Terlalu Cepat di Langit Eropa – Jepang terkenal sebagai negara penghasil bibit-bibit unggul lapangan hijau. Sejumlah pemain hebat terus bermunculan dari Negeri Matahari Terbit itu. Tak sedikit pula pemain Jepang yang sukses taklukkan dunia bersama klub-klub elit Eropa.

Shinji Kagawa adalah salah satunya. Para pecinta sepakbola mungkin telah lupa dengan pemain yang satu ini. Kagawa merupakan salah satu talenta terbaik asia yang memiliki satu medali Premier League bersama Manchester United.

Sayangnya, karir Kagawa tak begitu lama bersinar. Dalam satu dekade terakhir, prestasi Kagawa terus merosot hingga kini berstatus bebas transfer dan belum ada klub yang mau menerimanya. Kabar terbaru menyebut bahwa dirinya akan bergabung dengan Leicester City bulan ini.

Wonderkid Ajaib

Shinji Kagawa lahir di Kobe, Jepang, pada 17 Maret 1989. Ia telah akrab dengan si kulit bundar sejak kecil. Kagawa telah banyak membela klub-klub elit junior di Jepang, seperti Marino Football Club, Nobe NK Football Club, hingga FC Miyagi Barcelona.

Ketika usianya 16 tahun, Kagawa terpilih sebagai salah satu pemain tim regional yang bertanding melawan Timnas Jepang U-18. Dalam laga tersebut, Kagawa tampil apik dan mampu mengantarkan timnya menang dengan skor 5-2.

Sejak saat itu, namanya mulai dikenal sebagai salah satu talenta muda terbaik di Jepang. Namanya menjadi rebutan klub-klub raksasa di negara tersebut. Pada akhirnya, Kagawa memilih Cerezo Osaka sebagai klub profesional pertama dalam karirnya.

Kagawa mencatatkan debutnya bersama Cerezo pada 2007 saat usianya 17 tahun. Performanya terus menanjak hingga pada musim 2009, Kagawa menjadi pemain kunci Cerezo dengan kontribusi 27 gol dalam 44 pertandingan di J-League.

Menjajaki Panggung Eropa

Nama besar Kagawa menggaung dan terdengar hingga ke Jerman. Pada Juli 2010, Kagawa resmi dilepas ke Borussia Dortmund dengan mahar transfer 350 ribu euro.

Kagawa langsung menarik perhatian publik pada musim perdananya di Jerman. Saat itu Kagawa yang belum genap berusia 20 tahun sukses memukau semua orang dengan permainan cantik dan kelincahannya. Ia tampil dalam 18 laga bersama Dortmund dengan sumbangan 8 gol dan 2 assist sekaligus merengkuh gelar Bundesliga di musim pertamanya.

Pada musim 2011/2012, Kagawa masih konsisten dengan permainan apiknya. Ia menjadi motor serangan utama Die Borussen dalam 31 pertandingan dan menyumbang 13 gol serta 9 assist. Pada akhir musim, Kagawa berhasil mempersembahkan gelar Bundesliga dan DFB Pokal bagi Dortmund.

Suka Duka di Manchester

Penampilan cemerlang Kagawa bersama Dortmund kemudian membawanya terbang ke Inggris dan bergabung dengan Manchester United. 

Bermain untuk klub tersukses di Liga Inggris membuat Kagawa tampil semakin semangat. Di bawah tangan dingin Ferguson, ia mampu mengeluarkan potensi terbaiknya. Total 6 gol berhasil ia kemas dalam 20 penampilan di Premier League musim 2012/2013.

9. Shinji Kagawa, Matahari Asia yang Terbenam Terlalu Cepat di Langit Eropa
9. Shinji Kagawa, Matahari Asia yang Terbenam Terlalu Cepat di Langit Eropa

Sayangnya, Kagawa gagal tampil apik bersama United setelah ditinggal Ferguson yang pensiun pada akhir musim. Pada musim 2013/2014, sinar Kagawa mulai meredup. Ia tak mampu beradaptasi dengan baik dengan gaya permainan United di bawah pimpinan David Moyes. Kagawa gagal mencetak satu gol pun di musim tersebut.

Saat kursi kepelatihan United diambil alih oleh Louis Van Gaal, posisi Kagawa kian terpinggirkan. Ia sama sekali tak mendapat kesempatan tampil di tim utama. Kedatangan Radamel Falcao dan Angel Di Maria kala itu membuat situasi semakin pelik bagi Kagawa.

Sadar tempatnya sudah tak aman, ia memilih untuk pergi dan meminta manajemen United untuk menjualnya. Pada musim Agustus 2014, Kagawa resmi meninggalkan United dan pulang ke Dortmund.

Terus Meredup

Namun, kepulangan Kagawa ke Dortmund tak membuat karirnya membaik. Ia memang menjadi pemain inti di tim utama Dortmund, namun penampilannya tak segarang dulu. Kagawa hanya mampu menorehkan 20 gol dalam kurun waktu 2014 hingga 2018.

Keadaan semakin sulit bagi Kagawa tatkala Dortmund menunjuk Lucien Favre sebagai pelatih baru pada Mei 2018. Perubahan besar dilakukan Favre pada skuad Die Borussen di awal kedatangannya. Ia merekrut sejumlah gelandang baru yang memaksa Kagawa lagi-lagi terpinggirkan.

Ia kemudian dipinjamkan ke klub Turki, Besiktas, selama semusim. Pada musim berikutnya, karir Kagawa semakin merosot. Ia dilepas ke klub kasta kedua liga Spanyol, Real Zaragoza, pada Agustus 2019.

Berharap karirnya kembali melonjak di Spanyol, Kagawa dinilai gagal bersama Zaragoza. Tampil dalam 33 pertandingan Segunda Division, Kagawa hanya mampu menyumbang 4 gol dan 1 assist. Ia gagal membawa Zaragoza promosi ke La Liga setelah hanya menempati posisi ketiga klasemen akhir dengan koleksi  65 poin.

Hanya semusim di Zaragoza, kontrak Kagawa tidak diperpanjang dan dilepas begitu saja. Kini ia belum menemukan klub baru yang bersedia menampungnya.

Baca Juga : Brahim Diaz Siap Jadi Bintang dan Bawa AC Milan Juara Musim Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here