Beranda Berita Xherdan Shaqiri Masa Depan Sepakbola Swiss Hingga Maradona Dari Kosovo

Xherdan Shaqiri Masa Depan Sepakbola Swiss Hingga Maradona Dari Kosovo

207
0
Xherdan Shaqiri Masa Depan Sepakbola Swiss Hingga Maradona Dari Kosovo
Xherdan Shaqiri Masa Depan Sepakbola Swiss Hingga Maradona Dari Kosovo

Xherdan Shaqiri Masa Depan Sepakbola Swiss Hingga Maradona Dari Kosovo – Sempat menjadi andalan di Liverpool, baru-baru ini Xherdan Shaqiri dikabarkan kian dekat dengan pintu keluar. Sempat memiliki masa depan menjanjikan, kini Shaqiri mulai tergeser oleh peran pemain lain seperti Salah, Mane dan Firmino.

Frustasi di Liverpool

Musim 2019/2020 lalu Liverpool menjadi tim tersukses di Liga Premier setelah berhasil menyabet gelar jawara. Penampilan mereka cukup impresif dan mampu mengakhiri musim dengan bagus. Meski sebagian besar para pemain The Reds mengalami musim yang bagus, namun tidak untuk Xherdan Shaqiri. Pasalnya pemain asal Swiss ini sebagian besar waktunya dihabiskan untuk pemulihan karena cedera yang dialami.

Waktu bermainnya semakin terbatas musim lalu, tetapi tidak hanya karena melulu masalah cedera. Tetapi lebih dari itu, The Reds kini sudah memiliki trio baru yang selalu sukses diandalkan. Mereka adalah kombinasi antara Mohamed Salah, Roberto Firmino, dan Sadio Mane. Posisi ketiganya nyaris tak tergantikan di sebagian besar laga Liverpool di semua kompetisi musim lalu.

Bahkan tercatat musim 2019/2020 lalu Shaqiri hanya mampu tampil di 11 laga dan hanya mencetak satu gol. Gol semata wayang yang dicetak gelandang 28 tahun tersebut terjadi di laga Derby Merseyside kontra Everton pada Desember 2019 lalu. 

Kondisi ini tentu saja mengancam masa depannya di Anfield. Bahkan pihak manajemen sempat mengatakan jika ada klub yang mau membayar 25 juta Pound, maka The Reds akan melepaskannya.

Terlebih lagi dengan datangnya Thiago Alcantara di sektor yang sama, akan menjadi saingan utama Shaqiri untuk bisa bertahan lebih lama di klub ini. Dengan Potensi yang dimiliki, Shaqiri sebenarnya pemain serba bisa dan bisa memainkan banyak posisi jika tidak terganjal cedera.

Pesepakbola Imigran

Shaqiri mampu memiliki nama besar di jajaran pesepakbola terbaik dunia dengan proses yang cukup panjang dan pahit. Dia merupakan pemain muslim keturunan imigran dari Kosovo. Gelandang 28 tahun ini lahir di kota Gijlkan, Kosovo pada 10 Oktober 1991 yang kala itu masih termasuk wilayah Yugoslavia. Saat perang saudara berkecamuk, Shaqiri dan dua orang saudara laki-lakinya dibawa orang tuanya untuk pindah ke Swiss.

Kehidupan di Swiss ternyata tak semudah yang dibayangkan sebelumnya. Sang ayah harus bekerja sebagai seorang buruh bangunan dengan keterbatasan bahasa. Sedangkan Shaqiri dan saudaranya harus membantu sang ibu sebagai tukang bersih-bersih di salah satu kantor di kota Basel. Meski ketika dewasa Shaqiri memutuskan untuk membela Timnas Swiss, namun ikatan batinnya untuk Kosovo sangatlah kuat.

Xherdan Shaqiri Masa Depan Sepakbola Swiss Hingga Maradona Dari Kosovo
Xherdan Shaqiri Masa Depan Sepakbola Swiss Hingga Maradona Dari Kosovo

Sempat terjadi momen ketika Piala Dunia 2018, Xherdan Shaqiri dan Granit Xhaka melakukan selebrasi dengan mengapitkan kedua tangannya menyerupai gestur burung elang atau ‘Albanian Eagle’. Selebrasi yang sarat dengan pesan politik tersebut terjadi kala Swiss melawan Serbia di laga grup E. 

Selebrasi membentuk Elang Albania ini mengisyaratkan gambar bendera Albania yang memiliki sejarah dan relasi yang kuat dengan Kosovo. Bahkan karena aksi selebrasi tersebut, Shaqiri didenda oleh FIFA sebesar 7.600 Euro.

Perjalanan Karir Shaqiri

Awal karir sepakbola Shaqiri dimulai ketika dirinya bermain untuk akademi lokal di Swiss bernama SV August di tahun 1999. Saat berusia 10 tahun dirinya mampu memperlihatkan permainan yang cepat dan performa yang mengagumkan. Sehingga banyak tawaran bermain untuknya dari berbagai klub lokal di negaranya tersebut. 

Memasuki tahun 2001 dia memutuskan untuk bergabung dengan akademi sepak bola muda milik klub ternama FC Basel. Saat bermain di turnamen Nike Cup di tahun 2007 dia mendapatkan penghargaan sebagai pemain terbaik.

Shaqiri adalah pemain yang mengidolakan legenda Brasil, Ronaldo. Akan tetapi gaya bermainnya yang gesit dan kaki terkuatnya membuatnya dijuluki Maradona dari Kosovo. Julukan ini dia dapat ketika masih berusia 16 tahun saat pertama kali bermain di FC Basel. Bahkan Sir Alex Ferguson pada tahun 2011 lalu sempat menjulukinya ‘Messi Gaya Baru’ setelah FC Basel menumbangkan Manchester United.

Selama karir profesionalnya sebagai pemain sepak bola, Shaqiri sudah malang melintang membela sederet klub besar di Eropa. Mulai dari Bayern Munchen, Inter Milan, dan yang terakhir ini adalah Liverpool. 

Tercatat sebanyak 292 laga sudah dia mainkan dengan torehan 60 gol, dimana 32 gol diantaranya dicetak dengan kaki terkuatnya yaitu kaki kiri. Andai tidak sering dilanda cedera, rekor ini akan terus bertambah mengingat gelandang asal Swiss ini masih berusia 28 tahun.

Baca Juga : Profil Ousmane Dembélé Bintang Muda yang Sinarnya Tengah Redup

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here