Beranda Berita Alejandro ‘Papu’ Gomez Legenda Baru di Tim Seribu Dewi

Alejandro ‘Papu’ Gomez Legenda Baru di Tim Seribu Dewi

123
0
Alejandro ‘Papu’ Gomez Legenda Baru di Tim Seribu Dewi
Alejandro ‘Papu’ Gomez Legenda Baru di Tim Seribu Dewi

Alejandro ‘Papu’ Gomez Legenda Baru di Tim Seribu Dewi – Atalanta sukses mencuri perhatian publik sepak bola dengan segudang kejutan yang mereka tunjukkan dalam beberapa tahun terakhir. Tim berjuluk La Dea tersebut mampu bertahan dan bersaing dengan tim-tim raksasa di papan atas Serie A. Mereka bahkan berhasil merebut satu tiket di ajang Liga Champions selama 2 musim berturut-turut.

Kesuksesan Atalanta tersebut tak bisa lepas dengan nama Alejandro Gomez. Pemain asal Argentina tersebut memiliki peran yang sangat penting bagi perkembangan Atalanta. Ia pun dikenal sebagai icon tim biru-hitam karena kesetiaan dan kontribusi maksimalnya selama 7 tahun terakhir..

Perjalanan Panjang

Nama Alejandro Gomez mungkin tak begitu akrab terdengar di telinga para pecinta sepak bola. Asalnya memang dari Argentina, namun namanya tak setenar Lionel Messi, Pulo Dybala atau yang lainnya. Meski begitu, pemain yang kerap dipanggil ‘Papu’ ini merupakan salah satu pemain dengan talenta terhebat di dunia.

Gomez mengawali kariernya sebagai pesepak bola sejak usia 14 tahun. Ia bergabung dengan tim akademi Arsenal de Sarandi yang merupakan salah satu klub terbesar di Argentina. Gomez memulai debut profesionalnya pada tahun 2006. Setahun berselang, ia berhasil membawa klubnya menjuarai Copa Sudamericana setelah mengalahkan Club America di final.

Alejandro ‘Papu’ Gomez Legenda Baru di Tim Seribu Dewi
Alejandro ‘Papu’ Gomez Legenda Baru di Tim Seribu Dewi

Pada tahun 2009, Gomez pindah ke San Lorenzo. Bersama klub ini, nama Gomez semakin bersinar. Ia sukses membukukan 8 gol dari 48 penampilan selama 2 musim di Liga Argentina.

Talentanya kemudian dilirik oleh salah satu klub Serie A Italia, Catania. Gomez kemudian menandatangani kontrak bersama Gli Elefanti pada Juli 2010. Gomez sukses menjadi pilar utama Catania sejak pertama kali mendaratkan kakinya di Italia.

Selama 3 musim membela Catania, Gomez berhasil mencatatkan 106 penampilan di Serie A dengan kontribusi 16 gol. Selain itu, pada musim 2012/2013 Gomez berhasil membantu Catania meraih poin tertinggi selama berkompetisi di Serie A, dengan 56 poin.

Lebih Memilih Ukraina

Performa gemilang Gomez bersama Catania membuat namanya jadi rebutan klub-klub ternama Eropa. Tercatat, 3 klub besar berusaha merekrutnya pada bursa transfer musim panas 2013, yaitu Lazio, Inter Milan, dan Atletico Madrid. Lazio dikabarkan menjadi yang terdepan dalam perburuan tersebut.

Namun, di antara ketiga klub raksasa tersebut, terselip satu nama klub yang juga menginginkan jasa Gomez. Ia adalah klub asal Ukraina, Metalist Kharkiv.

Secara mengejutkan, Gomez justru menolak tawaran dari 3 raksasa, Lazio, Inter dan Atletico. Gelandang lincah tersebut lebih memilih untuk bergabung dengan Metalist yang tentu namanya tak sebesar tiga klub lainnya. Saat ditanya mengenai alasannya memilih Metalist, Gomez menjawab “Metalist merupakan kesebelasan yang paling punya niat untuk mendaratkan saya.”

Namun, cerita Gomez bersama Metalist tak berlangsung lama. Ia hanya semusim bergabung dengan klub Ukraina tersebut. Setelah menyelesaikan tugasnya di Metalist, Gomez mengaku tak ingin kembali lagi ke Ukraina karena kekacauan politik dan tingginya angka kerusuhan.

Sentuhan Ajaib Gasperini

Atalanta menjadi pelabuhan karier Gomez berikutnya setelah dilepas secara gratis oleh Metalist pada akhir musim 203/2014. Namun, Gomez harus melewati ujian sulit pada musim perdananya di Atalanta.

Pada musim tersebut, performa La Dea tak begitu meyakinkan. Mereka kesulitan untuk meraih kemenangan dan terus berkutat di papan bawah. Beruntung, mereka tak terdegradasi di akhir musim. Atalanta finish di peringkat ke-17, satu tangga di atas zona degradasi dan hanya unggul 3 poin.

Musim 2016/2017 menjadi cerita manis awal kebangkitan Gomez bersama Atalanta. Gian Piero Gasperini ditunjuk sebagai arsitek tim biru-hitam. Tak banyak yang dilakukan oleh mantan pelatih Timnas Argentina tersebut selain memaksimalkan bakat-bakat pemain yang ada dalam skuadnya.

Gasperini sukses membuat Atalanta lepas dari ketergantungan terhadap German Dennis yang merupakan pemain terbaik Atalanta selama 4 musim beruntun (2011-2015). Di bawah sentuhan ajaib pelatih 62 tahun tersebut, Atalanta diubahnya menjadi sebuah tim yang bermain lebih kolektif.

Alhasil, pada akhir musim 2016/2017 Atalanta finish di peringkat ke-4 dengan total poin 72. Gomez menjadi pemain yang paling menonjol dengan kontribusi 16 gol dan 10 assist.

Pada musim-musim berikutnya, Atalanta terus menebar ancaman bagi klub-klub raksasa di Italia. Hingga puncaknya pada musim 2019/2020, dimana Atalanta sukses menjadi tim paling produktif di Serie A dengan 98 gol. Di musim itu pula, Atalanta menjadi wakil Italia yang melaju paling jauh di Liga Champions hingga babak perempat final.

Keberhasilan Atalanta tersebut tak lepas dari peran penting seorang Alejandro Gomez sebagai gelandang serang. Hingga kini, Gomez sukses menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di Atalanta dengan koleksi 48 gol dan 58 assist. Namanya diprediksi akan menjadi legenda klub seribu dewi dalam beberapa tahun mendatang.

Baca Juga : Prediksi Lazio vs Inter Milan 4 Oktober 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here