Beranda Berita Apakah Sepak Bola Selalu Bertolak Belakang Dengan Prestasi di Sekolah

Apakah Sepak Bola Selalu Bertolak Belakang Dengan Prestasi di Sekolah

138
0
Apakah Sepak Bola Selalu Bertolak Belakang Dengan Prestasi di Sekolah
Apakah Sepak Bola Selalu Bertolak Belakang Dengan Prestasi di Sekolah

Apakah Sepak Bola Selalu Bertolak Belakang Dengan Prestasi di Sekolah – Hampir semua orangtua di dunia memiliki pemikiran yang sama. Mereka berpikir bahwa aktivitas bermain yang dilakukan oleh anaknya di luar sekolah akan menghambat prestasi mereka di sekolah.

Tak heran, banyak orangtua yang melarang anaknya bermain sepak bola hanya demi mendapat nilai bagus di sekolahnya. Bahkan, tak sedikit dari mereka yang tak setuju jika sang anak memutuskan untuk berkarir sebagai pemain sepak bola profesional.

Hal di atas tak sepenuhnya salah, namun juga tak bisa dibenarkan begitu saja. Faktanya, sebagian besar pemain sepak bola profesional tidak begitu jago dalam urusan ilmu pengetahuan seperti menghitung atau mengeja. Namun di sisi lain, tak sedikit pula tokoh sepak bola dunia yang sukses menyelesaikan studinya hingga jenjang perguruan tinggi. Berikut beberapa diantaranya :

Socrates

Socrates menjadi ikon sepak bola Brasil pada periode 1970 hingga 1980-an. Namanya begitu tenar di Piala Dunia 1982 saat dipercaya mengenakan ban kapten Timnas Brasil.

Sebagai seorang gelandang serang, Socrates memiliki skill olah bola tinggi dengan kemampuan fisik yang mumpuni. Tak hanya itu, gaya bermainnya yang visioner membuat mantan pelatih Fiorentina, Giancarlo de Sisti, menyebutnya sebagai seorang jenius.

Namun, pada kenyataannya kehidupan Socrates di luar lapangan bisa dikatakan jauh lebih jenius. Socrates dikenal sebagai seorang dokter dan kolomnis di beberapa surat kabar dan majalah di Brasil. Selain itu, ia juga mendapat julukan “Doctor Socrates” karena selalu tertarik dan kerap membicarakan ilmu tentang politik dan ekonomi.

Edwin Van Der Saar

Pada masa aktif bermain, Edwin Van Der Saar diketahui telah membela sejumlah klub ternama di Eropa. Namun, namanya selalu erat dikaitkan dengan raksasa Premier League, Manchester United.

Usai pensiun sebagai pemain sepak bola pada 2012 silam, Van Der Saar memutuskan untuk fokus menyelesaikan studinya sebagai master manajemen olahraga. Alhasil, setelah lulus, ia dipercaya untuk memegang jabatan sebagai Direktur Pemasaran klub lamanya, Ajax Amsterdam.

Juan Mata

Dalam sepak bola, Juan mata dikenal sebagai sosok playmaker yang cerdas. Akurasi umpan dan tembakan dipadukan dengan visi bermain yang bagus membuat permainan Mata tampak luar biasa.

Apakah Sepak Bola Selalu Bertolak Belakang Dengan Prestasi di Sekolah
Apakah Sepak Bola Selalu Bertolak Belakang Dengan Prestasi di Sekolah

Tak hanya cerdas di atas lapangan, Mata juga dikenal cerdas di luar lapangan. Pemain yang kini membela Manchester United tersebut merupakan salah satu lulusan Madrid’s Universidad Camilo Jose Cela. Ia menempuh pendidikan di jurusan Marketing dan Olahraga saat dirinya masih berstatus sebagai pemain Chelsea.

Arsene Wenger

Kejeniusan Arsene Wenger dalam meracik strategi tak perlu diragukan lagi. Ia dikenal sebagai salah satu pelatih terbaik di dunia yang pernah mengantarkan Arsenal meraih gelar Invincibles pada tahun 2004.

Wenger mulai terjun sebagai pelatih sepak bola sejak tahun 1998 silam. Selama berkarier sebagai pelatih, ia dikenal sebagai sosok yang rajin dan teliti.

Kebiasaan tersebut tak jauh dari kehidupannya di luar lapangan yang kerap berkutat dengan buku. Wenger merupakan salah satu dari segelintir pelatih sepak bola di dunia yang berhasil menyandang gelar master. Ia menyelesaikan pendidikan master ekonomi di University of Strasbourg, Prancis.

Tak hanya itu, Wenger juga diketahui memiliki kemampuan berbicara dalam 7 bahasa. Tak heran, ia dikenal dengan julukan “The Professor”

Slaven Bilic

Pelatih asal Kroasia ini telah malang melintang di kancah sepak bola Eropa selama beberapa tahun terakhir. Namanya mulai dikenal saat menjadi pemain Timnas Kroasia di periode 1987-2001. Usai pensiun, Bilic melanjutkan langkahnya sebagai pelatih dan sempat menukangi sejumlah tim di Premier League Inggris serta Timnas Kroasia.

Di balik kesuksesannya sebagai pemain dan pelatih sepak bola, Bilic ternyata merupakan pemegang gelar magister hukum. Tak hanya itu, pria yang kini berusia 52 tahun tersebut juga terkenal menguasai 3 bahasa sekaligus yaitu Inggris, Jerman, dan Italia.

Manuel Pellegrini

Manuel Pellegrini merupakan pelatih ternama yang telah menukangi sejumlah tim besar di daratan Eropa. Saat ini, pria 67 tahun tersebut tengah menjabat sebagai pelatih West Ham United yang berlaga di kompetisi Premier League Inggris.

Tak hanya cerdas dalam menyusun strategi, Pellegrini juga ahli dalam menyusun kerangka bangunan. Ia mungkin adalah satu-satunya pelatih sepak bola profesional yang menyandang gelar sarjana Teknik Sipil.

Mungkin beberapa contoh di atas merupakan sebagian kecil dari begitu banyaknya cendekiawan dalam dunia sepak bola yang sukses menyelesaikan studinya. Hal ini membuktikan bahwa sepak bola dan pendidikan formal bukanlah hal yang bertolak belakang. Namun, diperlukan pengorbanan, ketekunan, dan komitmen yang kuat untuk bisa berprestasi di dunia sepak bola dan juga pendidikan di sekolah.

Baca Juga : Prediksi Siprus vs Republik Ceko 7 Oktober 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here