Beranda Berita Edin Dzeko Permata Milik Serigala Roma

Edin Dzeko Permata Milik Serigala Roma

117
0

Edin Dzeko Permata Milik Serigala Roma – Nama Edin Dzeko kembali muncul ke permukaan dan menyita perhatian setelah sebelumnya dikaitkan akan bergabung dengan klub juara Serie A 2019/2020, Juventus. Namun kesempatan tersebut berpeluang gagal setelah AS Roma belum ingin berpisah dengannya.

Striker Gaek

Menjadi suksesor ujung tombak AS Roma, Edin Dzeko kini kembali diminati berbagai klub besar. Jika diibaratkan buah kelapa, maka Dzeko semakin tua semakin banyak santan yang bisa dihasilkan. 

Meski kini sudah berusia 34 tahun, namun ketajaman yang dimiliki pemain asal Bosnia-Herzegovina ini belum pudar. Musim 2019/2020 lalu, Dzeko menghasilkan 16 gol serta 11 assist dari 35 penampilannya bersama skuad Giallorossi di kompetisi Serie A.

Catatan tajam ini akhirnya berhasil mengantarkan AS Roma untuk finish di posisi kelima. Ini artinya musim depan mereka berhak untuk ikut ambil bagian di Piala Europa. Meski sudah berkepala tiga, namun Dzeko sukses menjadi pilar penting bagi skuad I Lupi di lini depan. Sehingga mereka mampu menjadi penantang gelar yang serius.

Hampir Kehilangan Nyawa

Edin Dzeko saat ini menjelma menjadi salah satu striker tajam yang dimiliki Eropa saat ini. Namun siapa sangka jika saat kecil eks striker Manchester City ini hampir kehilangan nyawanya. 

Edin Dzeko merupakan putra dari pasangan Belma Dzeko dan Midhat Dzeko. Dia merupakan pemain kelahiran Sarajevo, Bosnia-Herzegovina pada 17 Maret 1986. Masa kecil Dzeko diselimuti perjuangan untuk bertahan hidup karena saat itu negaranya tengah dilanda perang.

Perang yang terjadi dalam rentang waktu 1992 hingga tahun 1995 silam ini bertujuan untuk mencapai kemerdekaan bagi bangsa Bosnia. Saat itu perang antar saudara tidak bisa terhindarkan, yang melibatkan orang Serbia dan Kroasia Bosnia. Kampung halaman Dzeko di Sarajevo menjadi tempat berlangsungnya perang dan menjadi wilayah terparah yang rusak akibat perang tersebut.

Saat masih kecil, Belma Dzeko menjadi orang paling berjasa bagi Dzeko. Hal ini dikarenakan sang ibu berhasil menyelamatkan Dzeko dari bom yang menghantam lapangan sesaat setelah Dzeko latihan. 

Jika saat itu sang ibu tidak menyuruh Dzeko berhenti untuk bermain bola, mungkin dia tidak akan selamat saat lapangan yang dipakainya untuk bermain terkena ledakan bom dari perang Balkan yang masih berkecamuk.

Awal Karir

Setelah perang berakhir dan Bosnia-Herzegovina memperoleh kemerdekaanya, Dzeko kembali mengejar cita-ritanya untuk menjadi pemain sepakbola dunia. Di tahun 1996 Edin Dzeko mulai bergabung dengan akademi sepakbola muda milik klub lokal, Zeljeznicar. Memasuki tahun 2003 dia mendapatkan label pemain seniornya di klub ini. Namun membela klub tersebut dari tahun 2003 hingga tahun 2005 karirnya tidak begitu sukses.

Edin Dzeko Permata Milik Serigala Roma
Edin Dzeko Permata Milik Serigala Roma

Saat itu Dzeko masih bermain sebagai gelandang dan dicap kurang pandai memainkan perannya tersebut. Hal ini dikarenakan dari segi teknik dia kurang, bahkan postur tubuhnya yang terlalu tinggi tidak cocok mengisi posisi playmaker.

Hingga akhirnya dia pindah ke klub di Republik Ceko, FK Teplice meski langsung dipinjamkan ke klub Usti nad Labem. Selama menjalani masa peminjaman, Dzeko berhasil menorehkan enam gol dari 15 pertandingan. Setahun kemudian dia kembali ke FK Teplice dan bertahan hingga tahun 2007.

Kali ini Dzeko dimainkan sebagai striker, dan ternyata posisi tersebut cocok untuknya. Terbukti di musim 2006/2007 dia menjadi top skorer Liga Gambrinus bersama Fk Teplice dengan raihan 13 gol dari 30 penampilan. Penampilan gemilang tersebut akhirnya mengantarkan Dzeko untuk bergabung dengan klub Bundesliga, VfL Wolfsburg.

Karir di Bundesliga

Akhir musim 2006/2007 menjadi titik awal Dzeko menapaki popularitasnya setelah diboyong Wolfsburg ke Liga Bundesliga di Jerman. Kala itu Dzeko dipinang dengan mahar sebesar 4 juta Euro. Keputusan Wolfsburg untuk mendatangkan striker asal Bosnia-Herzegovina ini ternyata tidak sia-sia.

Musim perdananya berlangsung dengan gemilang. Dia berhasil menyarangkan lima gol dari 11 penampilannya. Bahkan media setempat sempat menyebutnya sebagai penyerang terbaik di paruh musim pertama 2007/2008.

Hingga akhir musim tersebut, Dzeko mengemas total delapan gol dengan tujuh assist dan membawa Wolfsburg finish di peringkat kelima. Musim demi musim dilalui dengan sangat baik oleh Edin Dzeko. 

Hingga akhirnya pada 29 Agustus 2010, Dzeko menjadi top skorer klub dan memecahkan rekor sebelumnya milik Diego Klimowicz. Dzeko mencetak 59 gol dari 96 penampilan. Catatan ini membuat Dzeko akhirnya diboyong Manchester City di tahun 2011.

Saat itu Dzeko diboyong ke Liga Premier Inggris dengan mahar sebanyak 27 juta Poundsterling. Nilai tersebut menjadikan Dzeko menempati posisi kedua pemain dengan transfer termahal milik City. Dimana saat itu rekor pertama dimiliki oleh Robinho yang dibeli dari Real Madrid.

Baca Juga : Profil Timothy Castagne Bek Sayap Bisa Dari Belgia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here