Beranda Berita Gabriel Jesus Kesabaran yang Berbuah Manis

Gabriel Jesus Kesabaran yang Berbuah Manis

127
0
Gabriel Jesus Kesabaran yang Berbuah Manis
Gabriel Jesus Kesabaran yang Berbuah Manis

Gabriel Jesus Kesabaran yang Berbuah Manis – Akhir pekan lalu, Gabriel Jesus menjadi penentu kemenangan 3-1 Manchester City atas Wolverhampton Wanderers di Premier League. Penampilan cemerlang penyerang berusia 23 tahun tersebut menjadi perhatian publik. Ia disebut sebagai pengganti yang sepadan untuk Sergio Aguero yang mulai menua.

Namun, di balik kesuksesannya sebagai pesepakbola, Jesus memiliki kisah menarik dalam perjalanan karirnya. Ia hidup dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan, ditinggalkan kekasih, hingga pernah bekerja sebagai tukang cat trotoar.

Masa Kecil Penuh Kesulitan

Gabriel Jesus lahir di Sao Paulo, Brasil, pada 3 April 1997. Ia lahir dari keluarga yang kurang harmonis. Ayahnya meninggalkan ibunya saat Jesus masih di dalam kandungan.

Ibu Jesus yang bernama Vera memiliki peran penting dalam hidup Jesus. Sebagai seorang single parent, Vera mampu membesarkan Jesus dan empat saudaranya dengan baik. Ia membiayai sekolah dan menanamkan jiwa religius kepada kelima anaknya.

Sejak kecil, Jesus memang gemar bermain sepak bola dengan teman sebayanya. Kendati demikian, Jesus tetap dikenal sebagai anak yang pintar dan cerdas di sekolah.

Namun, karena kondisi ekonomi yang sulit, waktu sekolah Jesus sedikit terganggu karena harus membantu sang ibu bekerja. Ia rela bekerja apapun demi mengais rejeki untuk tambahan biaya hidup keluarganya. Jesus bekerja serabutan, menjadi kuli, hingga mengecat trotoar di jalanan Kota Sao Paulo saat masih kecil.

Tumbuh Sebagai Bintang Lapangan

Kecintaan Jesus terhadap sepak bola didukung oleh sang ibu yang kemudian mendaftarkannya ke sekolah sepak bola lokal di kotanya. Menurut pelatihnya, Jesus dinilai memiliki talenta yang luar biasa. Ia mampu bermain dengan lincah dan tangguh walaupun tubuhnya kecil.

Pada usia 14 tahun, Jesus pindah ke klub Anhanguera. Di sana, Jesus sempat mencatatkan 29 gol dalam sebuah kompetisi lokal level junior.

Pada suatu hari, Anhanguera menjalani laga persahabatan dengan tim muda Palmeiras. Pada laga itu, Jesus tampil memukau sehingga diundang untuk mengikuti trial di klub raksasa Brasil tersebut.

Setelah lolos trial, Jesus diganjar dengan kontrak permanen di Palmeiras. Dua tahun di tim junior, Jesus mampu menembus tim senior Palmeiras pada tahun 2015. Ia mencatatkan debutnya di Liga Brasil pada 9 Mei 2015 saat Palmeiras berjumpa dengan Atletico Mineiro.

Di usianya yang kala itu masih 18 tahun, Jesus mampu tampil konsisten sebagai seorang striker. Selama 2 musim membela Palmeiras, Jesus berhasil mencatatkan 14 gol dari 32 penampilan.

Performa impresif Jesus bersama Palmeiras membawanya ke Timnas Brasil. Bermain di Piala Dunia U-20 2015, Jesus berhasil membawa Timnas Brasil melangkah hingga babak final. Sayangnya, ia gagal mempersembahkan gelar juara setelah kalah 1-2 atas Serbia U-20 di partai puncak.

Kegagalan di Piala Dunia U-20 2015 berhasil dibayar Jesus di ajang Olimpiade Rio 2016. Kali ini Jesus sukses memberikan gelar juara untuk Timnas Sepak Bola Brasil di rumah sendiri.

Selebrasi Unik

Gabriel Jesus Kesabaran yang Berbuah Manis
Gabriel Jesus Kesabaran yang Berbuah Manis

Kesuksesan Jesus di Palmeiras dan Timnas Muda Brasil membuat raksasa Liga Inggris, Manchester City kepincut. The Citizens kemudian memboyong Jesus pada musim dingin 2017 dengan mahar 32 juta euro.

Pada awal kedatangannya di Inggris, Jesus tak langsung menjadi pilihan utama. Ia lebih banyak menunggu kesempatan bermain dari bangku cadangan. Namun, setiap kali diberi kesempatan tampil, Jesus selalu tampil impresif. Ia selalu berlari tanpa henti di atas lapangan seakan tak kenal lelah.

Ketajamannya di lini depan juga cukup meyakinkan. Jesus mampu menorehkan 7 gol dari 10 penampilan di Premier League musim 2016/2017.

Uniknya, setiap kali mencetak gol, Jesus selalu menunjukkan selebrasi yang sama. Ia lari ke pojok lapangan dan menempelkan tangannya di telinga seakan-akan sedang menerima telepon.

Usut punya usut, ternyata selebrasi tersebut ditujukan Jesus kepada mantan pacar yang meninggalkannya karena alasan ekonomi. Kehidupan Jesus yang serba sulit di Brasil membuatnya ditinggal oleh kekasihnya.

Kehidupan Jesus kemudian berubah total ketika direkrut oleh City yang membuat namanya tenar dan bergelimang harta. Tak lama setelah itu, mantan pacar Jesus menghubunginya dan meminta kembali menerimanya sebagai kekasih. Namun, Jesus menolaknya dengan selebrasi tersebut.

Suksesor Aguero

Musim 2020/2021 menjadi anugerah bagi Jesus. Setelah bertahun-tahun menjadi bayangan Sergio Aguero di lini depan City, kini ia mendapat kesempatan untuk tampil sebagai striker utama. Usia Aguero yang tidak muda lagi membuat Pep Guardiola lebih memilih Jesus sebagai seorang striker tunggal.

Pada laga pembuka Premier League musim ini, Jesus berhasil menunjukkan performa gemilang. Ia menjadi kunci kemenangan City atas Wolves dengan sumbangan 1 golnya. Jika mampu tampil konsisten, bukan tidak mungkin Jesus mampu menjadi tumpuan utama City. Ia diprediksi akan menjadi suksesor Aguero dalam beberapa tahun kedepan.

Baca Juga : Suarez Menuju Atletico Madrid Barca Segera Datangkan Depay

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here