Beranda Berita Iago Aspas Striker Tajam yang Jadi Lelucon Tim Raksasa

Iago Aspas Striker Tajam yang Jadi Lelucon Tim Raksasa

74
0
Iago Aspas Striker Tajam yang Jadi Lelucon Tim Raksasa
Iago Aspas Striker Tajam yang Jadi Lelucon Tim Raksasa

Iago Aspas Striker Tajam yang Jadi Lelucon Tim Raksasa – Spanyol tak henti-hentinya mencetak pemain hebat setiap tahunnya. Gelar demi gelar di level internasional berhasil mereka kumpulkan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, dari sekian banyak pemain hebat yang lahir di negara tersebut, terdapat salah satu pemain yang cukup unik.

Ia adalah Iago Aspas, penyerang mungil yang memiliki insting gol tajam. Pemain ini disebut unik karena hanya mampu menunjukkan performa gemilang saat bermain untuk klub medioker seperti Celta Vigo. Ia tercatat pernah membela dua klub raksasa sekelas Liverpool dan Sevilla. Namun, ia gagal tampil apik, bahkan dijadikan sebuah lelucon di sana.

Sang Juru Selamat

Iago Aspas Juncal lahir di Moana, Spanyol, pada 1 Agustus 1987. Sejak kecil, kehidupan Aspas tak jauh dari sepak bola. Ia tumbuh bersama ketiga saudara laki-lakinya yang juga mencintai olahraga tersebut. Bahkan, karier Aspas bersama ketiga saudaranya kini melaju hingga level profesional.

Aspas mulai mengenal dan belajar tentang sepak bola di klub lokal, CD Moana. Ia mampu tampil apik bersama klub tersebut hingga kemudian talentanya dilirik oleh pemandu bakat dari Celta Vigo. Saat menginjak usia 12 tahun, Aspas resmi bergabung dengan tim akademi Celta.

Namun, pada awal kedatangannya Aspas sempat mengalami kendala. Ia dinilai terlalu muda untuk mengikuti sebuah turnamen. Pelatih Celta yang paham betul dengan talenta luar biasa dari Aspas bersikeras untuk membawa anak ajaib tersebut mengikuti turnamen. Sang pelatih rela memalsukan tanggal lahir Aspas demi bisa melihat aksinya di turnamen tersebut.

Setelah melalui berbagai macam rintangan di tim akademi, Aspas berhasil menembus tim utama Celta pada 2008 silam. Aspas mencatatkan debut profesionalnya pada laga Segunda Division melawan Deportivo Alaves , 6 Juni 2009.

Kala itu Celta sedang menghadapi laga hidup mati. Mereka wajib menang di laga tersebut agar terlepas dari jeratan zona degradasi. Situasi kian terlihat rumit saat melihat waktu menunjukkan menit ke-80, namun belum ada gol yang tercipta.

Tanpa disangka, pemuda ajaib bernama Aspas yang masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua menjadi juru selamat Celta. Dua golnya di laga itu memastikan Celta bertahan di Segunda Division.

Sejak saat itu Aspas terus menjadi pilihan utama pelatih Celta di lini depan. Musim 2011/2012 menjadi momen terbaik Aspas dimana ia mampu melesakkan 23 gol dan membawa Celta promosi ke La Liga. Pada musim berikutnya, Aspas kembali tampil moncer dengan sumbangan 12 gol yang membuat namanya bersaing di daftar top skor La Liga.

Gagal Bersama Liverpool dan Sevilla

Pada Juli 2014, Aspas merantau jauh ke Inggris untuk bergabung bersama Liverpool. Namun, karier Aspas bersama Liverpool justru tak seindah yang dibayangkan. Ia tak ubahnya hanya lelucon bagi fans The Reds kala itu.

Brendan Rodgers memberi kesempatan kepada Aspas untuk tampil dalam 14 pertandingan Premier League. Sayangnya, ia tak mampu ceploskan satu gol pun dari seluruh penampilannya tersebut.

Iago Aspas Striker Tajam yang Jadi Lelucon Tim Raksasa
Iago Aspas Striker Tajam yang Jadi Lelucon Tim Raksasa

Bahkan, pada laga bigmatch melawan Chelsea, Mei 2014, Aspas melakukan sebuah aksi yang terbilang konyol. Saat itu Liverpool tertinggal 0-1 dari Chelsea. The Reds memiliki kesempatan untuk menyamakan kedudukan melalui sepak pojok.

Tanpa instruksi dari siapapun, Aspas menghampiri sudut lapangan dan mengeksekusi sepak pojok tersebut. Nahasnya, bukan mengarah kepada rekan setimnya, bola sepakan Aspas justru mengarah kepada Willian yang langsung melancarkan serangan balik cepat. Berkat serangan tersebut, Chelsea mampu menambah keunggulan menjadi 2-0.

Semusim berikutnya, Aspas dipinjamkan ke Sevilla. Berharap kembali menemukan kembali sentuhan terbaiknya, nasib Aspas justru tak berbeda dari musim sebelumnya. Ia tampil sebanyak 16 kali di La Liga dan hanya mampu menyumbang 2 gol.

Kembali ke Rumah Ternyaman

Gagal bersinar bersama klub-klub raksasa, Aspas kemudian memutuskan untuk kembali ke klub yang membesarkan namanya. Ia kembali ke Celta Vigo setelah dibeli dari Sevilla seharga 5 juta euro.

Uniknya, Aspas kembali menemukan ketajamannya bersama Los Celestes. Ia selalu mencetak dua digit gol setiap musimnya. Nama Aspas terus berada di papan atas daftar topskor La Liga hingga membuatnya dipanggil ke Timnas Spanyol.

Bersama La Furia Roja, Aspas telah mengoleksi 18 caps dengan koleksi 6 gol. Ia menjadi andalan pelatih Fernando Hierro di lini depan Timnas Spanyol saat berlaga di Piala Dunia 2018 lalu.

Kini Aspas dianggap sebagai separuh nyawa Celta. Los Celestes sekana tak berdaya tanpa kehadirannya. Aspas telah mengoleksi 160 gol sepanjang karirnya bersama Celta. Penyerang 33 tahun tersebut telah menemukan rumah ternyaman baginya walaupun namanya tak sebesar tim-tim lain yang pernah dibelanya.

Baca Juga : Gabriel Jesus Kesabaran yang Berbuah Manis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here