Beranda Berita Kontroversi El Clasico Drama Kaos Cara Baru Cari Penalti

Kontroversi El Clasico Drama Kaos Cara Baru Cari Penalti

148
0
Kontoversi El Clasico Drama Kaos Cara Baru Cari Penalti
Kontoversi El Clasico Drama Kaos Cara Baru Cari Penalti

Kontoversi El Clasico Drama Kaos Cara Baru Cari Penalti – Baru-baru ini bek Real Madrid, Sergio Ramos melakukan aksi baru untuk memicu terjadinya penalti. Dengan bahan jersey yang lentur, seorang pemain bisa saja terjatuh ketika ditarik dan bisa memicu pelanggaran hingga terjadi penalti.

Aksi Kontroversi

Laga El Clasico memang menjadi derby paling sengit di dataran sepak bola Spanyol sejak dulu. Persaingan kedua klub antara Barcelona dan Real Madrid ini kian memanas seiring persaingan dua pemain top yakni Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo beberapa musim lalu.  

Bahkan sepeninggal Ronaldo di tahun 2018 lalu, hingga saat ini laga derby ini masih saja berlangsung dengan sengit. Terbaru laga yang terjadi pada Sabtu (24/10/2020) kemarin, Real Madrid berhasil memenangkan laga yang berlangsung di Camp Nou tersebut dengan skor 1:3.

Derby edisi pertama musim ini, Real Madrid berhasil menang dan mendapatkan tiga poin tambahan. Ketiga gol mereka masing-masing dicetak oleh Fede Valverde, Sergio Ramos (melalui titik penalti), dan terakhir oleh Luka Modric. Sedangkan tuan rumah mendapatkan satu gol hiburan dari kaki penyerang muda mereka, Ansu Fati.

Dalam laga derby kemarin terjadi sebuah kontroversi ketika Barcelona mendapatkan hukuman tendangan penalti. Wasit terpaksa menunjuk titik putih setelah Sergio Ramos terjatuh setelah bajunya ditarik oleh Clement Lenglet. 

Sebagai eksekutor, Sergio Ramos sukses melaksanakan tugasnya dan menyumbangkan satu gol di laga klasik tersebut. Merasa pelanggaran ini tidak masuk akal, pihak Blaugrana akhirnya melakukan protes keras, namun kemenangan tetap saja menjadi milik Los Blancos.

Trik Baru Mencari Penalti

Menurut ungkapan dari salah seorang jurnalis Marca, Roberto Palomar, dimana mereka menilai jika aksi dari Sergio Ramos dalam laga derby tersebut akan memicu hal baru di dunia sepak bola modern seperti saat ini. Bek berusia 34 tahun ini bisa saja menjadi inspirasi pemain lain untuk menirukan aksinya di laga tersebut untuk mencari penalti ketika bajunya ditarik oleh pemain lawan.

Kontoversi El Clasico Drama Kaos Cara Baru Cari Penalti
Kontoversi El Clasico Drama Kaos Cara Baru Cari Penalti

Dalam tulisannya, Palomar mengungkapkan jika teknologi VAR mulai Sabtu kemarin akan memulai mencari lebih sering aksi menarik baju dan menimbulkan lebih banyak penalti. Namun jurnalis media ternama Marca tersebut menyebutkan bahwa aksi dari Sergio Ramos masih menimbulkan banyak perdebatan dari semua pihak. Bukan soal seberapa kuat Clement Lenglet menarik kaos milik Ramos, namun tentang teknologi bahan dari jersey yang dikenakan Real Madrid.

Bahan yang dipakai real Madrid untuk jersey mereka cukup bagus, dan akan meregang ketika mendapatkan tarikan. Berbeda dengan bahan yang digunakan klub lain, sebut saja Real Betis, dimana kain akan langsung sobek ketika ditarik. 

Bahkan Palomar seolah menggoda dengan memberikan saran untuk membeli jersey klub yang tahan ketika ditarik. Karena jika tidak, ketika jersey yang mereka kenakan ditarik di laga hari Sabtu, maka hari Minggu mereka bisa saja bertanding dengan jersey yang compang-camping.

Aksi Teatrikal Sergio Ramos

Lebih lanjut Roberto Palomar mengungkapkan pendapatnya terkait keputusan wasit yang dinilai tepat ketika memberikan hadiah penalti kepada Real Madrid. Dari VAR memang jelas terlihat jika Clement lenglet menarik kaos Sergio Ramos hingga terjatuh. Namun  bagaimana dengan aksi jatuhnya Sergio Ramos? Timbul pertanyaan apakah aksinya tersebut tidak berlebihan?

Dalam kejadian tersebut, Ramos secara jelas melakukan aksi seperti yang sudah dilakukan beberapa pemain dengan melakukan akting. Ketika itu Sergio Ramos terlihat jelas menjatuhkan dirinya ke tanah dan ternyata aksinya tersebut membuahkan penalti untuk timnya. 

Dari kejadian di laga El Clasico ini, Palomar menilai akan ada kontroversi terbaru terkait kinerja VAR yang selama ini sudah digunakan. Saat ini bukan lagi soal posisi offside maupun soal aksi handball yang lebih sering menjadi perdebatan. Tetapi juga akan membahas seberapa kuat tarikan pada jersey yang berpeluang menjatuhkan pemain dan berujung sanksi penalti seperti aksi Sergio Ramos.

Berkat kemenangan kontra Barcelona akhir pekan kemarin, kini Real Madrid menduduki peringkat kedua klasemen sementara La Liga dengan 13 poin terkumpul. Sedangkan Barcelona masih terdampar di peringkat ke-12 dengan tujuh poin. 

Pekan selanjutnya Barcelona akan berhadapan dengan Juventus di Liga Champions. Sedangkan Real Madrid akan bertemu dengan Borussia Monchengladbach di kompetisi yang sama.

Baca Juga : Barcelona Terkapar di El Classico Ronald Koeman Salahkan VAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here