Beranda Berita Parahnya Juventus Merugi Hingga Rp 1,6 Triliun

Parahnya Juventus Merugi Hingga Rp 1,6 Triliun

270
0
Parahnya Juventus Merugi Hingga Rp 1,6 Triliun
Parahnya Juventus Merugi Hingga Rp 1,6 Triliun

Parahnya Juventus Merugi Hingga Rp 1,6 Triliun – Pandemi virus corona yang mewabah di Eropa terbukti membuat banyak klub merugi besar-besaran. Tidak hanya klub kecil, klub besar nan kaya raya seperti Juventus tak luput kena imbasnya dan merugi banyak.

Juventus Merugi

Baru-baru ini juara Serie A musim 2019/2020, Juventus mengungkapkan jika mereka mengalami kerugian finansial dalam jumlah besar. Pihak manajemen skuad Si Nyonya Tua membeberkan laporan keuangan mereka dimana terdapat minus hingga Rp 1,6 Triliun atau sekitar 89,7 juta Euro.

Hal senada sebelumnya juga pernah dirasakan oleh raksasa La Liga, Barcelona. Klub yang menaungi Lionel Messi dan kolega ini dilaporkan menutup musim 2019/2020 kemarin dengan kerugian mencapai 97 juta Euro atau setara dengan Rp 1,7 Triliun.

Yang menjadi perbedaan adalah dimana Juventus melaporkan laporan kerugian tersebut mencakup kerugian yang mereka alami di musim sebelumnya di musim 2018/2019. Dimana musim tersebut mereka mengalami kerugian sebesar 39,9 juta Euro atau setara dengan Rp 688 Miliar. Jadi jika dihitung sendiri, klub asal Turin tersebut mengalami kerugian bersih senilai 49,8 juta Euro atau setara dengan Rp 859 Miliar di tahun 2019/2020.

Meski demikian nominal angka kerugian tersebut tidak bisa dikatakan sedikit. Meski kerugian yang dialami Juventus terdiri dari banyak faktor, namun virus corona dianggap menjadi aktor utama yang menjadi penyebabnya. 

Seperti diketahui sebelumnya jika pertengahan Maret 2020 lalu hingga tiga bulan lamanya kompetisi dihentikan akibat virus yang mewabah di Italia. Situasi ini tentu membuat pertandingan berhenti meski gaji harus tetap dibayarkan. Dan pihak klub hanya mengandalkan penjualan dari segi aksesoris klub seperti jersey dan lainnya.

Laporan Untuk Pemegang Saham

Pada hari Kamis (15/10/2020) kemarin, pihak Juventus telah resmi mengeluarkan pernyataan tentang kondisi keuangan mereka. Laporan tersebut dikeluarkan setelah para jajaran petinggi klub melakukan rapat tahunan dengan para pemegang saham. Dalam pernyataan tersebut disebutkan rapat dilakukan tanpa bertatap muka oleh semua pemegang saham dari klub.

Namun suara dalam rapat hanya diwakilkan kepada beberapa pihak yang berwenang dan rapat pun dilakukan secara eksklusif dan hanya dihadiri orang-orang yang sudah ditentukan sebelumnya. Dalam rapat tersebut bisa diambil kesimpulan jika kondisi finansial juara bertahan Serie A musim lalu ini benar merugi.

Dari data laporan yang ditutup pada tanggal 30 Juni 2020 kemarin terdapat kerugian sebesar 89,7 juta Euro, dimana 39,9 juta Euro mengarah kepada kerugian di tahun sebelumnya atau musim 2018/2019.

Semua Rencana Berantakan

Masih di hari yang sama sang presiden klub, Andrea Agnelli muncul di hadapan publik untuk memberikan pidatonya. Dia mengungkapkan jika Juventus awalnya memiliki banyak rencana besar yang akan dilakukan di tahun ini. 

Sayang sekali semua rencana tersebut terpaksa gagal karena semuanya terhalang pandemi virus Covid-19. Lebih lanjut Agnelli mengungkapkan jika pada Januari 2020 lalu klub yang dia pimpin memiliki peningkatan modal sebesar 300 juta Euro.

Parahnya Juventus Merugi Hingga Rp 1,6 Triliun
Parahnya Juventus Merugi Hingga Rp 1,6 Triliun

Dari peningkatan angka tersebut mereka memiliki tiga rencana besar yang perlu segera diwujudkan. Yaitu diantaranya mempertahankan daya saing olahraga, kemudian meningkatkan visibilitas merek dengan investasi jangka menengah. Dan terakhir adalah untuk konsolidasi keuangan. 

Namun dikutip dari Football Italia, pihak Juventus menggunakan uang tersebut dengan cara yang sama sekali tidak diharapkan karena disusul adanya pandemi Virus Covid-19 ini. Bahkan hingga saat ini permasalahan virus corona yang menyelimuti Serie A belum sepenuhnya usai.

Terbaru, Juventus juga dilanda beberapa pemain yang positif terpapar virus corona. Dan bahkan laga Juventus kontra Napoli beberapa hari lalu terpaksa gagal juga karena permasalahan tersebut. 

Situasi ini tentu saja membuat banyak klub, termasuk Juventus sendiri tidak bisa bersaing dengan maksimal seperti musim-musim sebelumnya. Pihak manajemen klub sendiri juga harus pandai-pandai mengatur keuangan agar kesehatan finansial mereka juga terjaga.

Perlahan kompetisi Serie A mulai kembali dilanjutkan, dan Juventus dengan pelatih barunya kini mulai menapaki kompetisi musim 2020/2021. Andrea Pirlo sebagai pelatih anyar, harus bisa memaksimalkan pemain yang ada dan didukung beberapa pemain baru dari bursa transfer musim panas kemarin. 

Meski dalam kondisi yang terbatas karena harus mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, Juventus harus bisa mengeluarkan daya saing terbaiknya untuk bisa kembali mempertahankan gelar juara Serie A.

Baca Juga : Gawat Cristiano Ronaldo Terjangkit Covid-19

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here