Beranda Berita Radja Nainggolan Pesepak Bola Eropa Berdarah Batak

Radja Nainggolan Pesepak Bola Eropa Berdarah Batak

193
0
Radja Nainggolan Pesepak Bola Eropa Berdarah Batak
Radja Nainggolan Pesepak Bola Eropa Berdarah Batak

Radja Nainggolan Pesepak Bola Eropa Berdarah Batak – Nama Radja Nainggolan sempat menarik perhatian warga tanah air kala dirinya sukses berkarir di Serie A. Yang menjadi perhatian adalah nama marga Nainggolan yang merupakan nama salah satu marga milik suku Batak.

Keturunan Indonesia

Radja Nainggolan sebenarnya merupakan pesepak bola berkebangsaan Belgia yang kini memperkuat klub Serie A, Inter Milan. Dia lahir pada 14 Mei 1988 di Antwerp Belgia dari pasangan Belgia-Indonesia. 

Sang ayah, Marius Nainggolan merupakan warga asli keturunan Indonesia, sedangkan ibunya Lizi Bogaerts Nainggolan adalah warga asli Belgia. Radja Nainggolan ternyata memiliki saudara kembar perempuan bernama Riana Nainggolan, yang lahir selang satu hari dari Radja.

Di Belgia, Radja bersama saudara kembar dan tiga saudara tirinya dibesarkan dengan nuansa etnis budaya Indonesia yang sangat kental. Namun seiring berjalannya waktu, hubungan kedua orang tuanya tidak harmonis dan terpaksa berpisah ketika Radja berusia enam tahun. Sang ayah nekad kembali ke Indonesia, dan sang ibulah yang membesarkannya dalam situasi keluarga yang serba kekurangan.

Untuk mengatasi ekonomi keluarga yang tengah labil saat itu, sang ibu, Lizi menyarankan kepada Radja dan Riana untuk mencoba menekuni bidang sepakbola untuk memperbaiki ekonomi mereka. 

Hal ini dilihat dari potensi yang dimiliki keduanya terhadap olahraga tersebut. Gairah Radja dalam dunia sepak bola terlihat sejak masih kecil. Dan akhirnya mereka berdua dimasukkan ke akademi sepak bola kecil di tempat kelahirannya, Tubantia Borgehout.

Memasuki tahun 1998, saat Radja berusia 10 tahun dia pindah ke Germinal Beerschot yang merupakan salah satu tim papan atas di Belgia. Dan mulai saat itu, Radja menyadari jika sepak bola bisa menjadi masa depan yang cerah bagi dirinya dan saudarinya yang cantik.

Merantau ke Italia

Setelah memperkuat Germinal Beerschot hingga tahun 2005, Radja akhirnya memutuskan untuk hijrah ke Italia untuk bergabung dengan klub Piacenza. Di klub tersebut, Radja mengerti jika sepak bola di Italia lebih sulit dari yang dia duga sebelumnya. Dan mulai dari itu dia bekerja keras setiap hari untuk menggapai cita-citanya sebagai pemain profesional.

Akhirnya kesempatan yang dia tunggu datang di klub ini, dimana Radja berkesempatan promosi ke tim utama setelah dua tahun bermain. Bahkan di klub inilah dia bertemu dengan sang ayah untuk pertama kalinya setelah 13 tahun berpisah.

Selama kurang lebih tiga tahun lamanya, dari tahun 2007 hingga 2010 dia menjadi pemain reguler untuk klub Piacenza. Radja Nainggolan juga mencatatkan empat gol dari 71 pertandingan. Dan pada bulan Januari 2010 jalan kesuksesannya kembali terbuka kala Radja dipinjamkan oleh Piacenza ke klub Seri A, Cagliari.

Debutnya di Serie A terjadi pada 7 Februari 2010 dimana Cagliari akhirnya kalah 0:3 dari Inter Milan. Namun penampilan apik dari Radja di sektor gelandang, membuatnya di akhir musim 2010 dipermanenkan oleh Cagliari. Kurang lebih tiga tahun sudah Radja membela klub berjuluk i Rossoblu ini dan menorehkan 7 gol dari 137 pertandingan di semua kompetisi.

Ketika masih membela Cagliari, Radja Nainggolan memiliki gaya bermain yang lebih sering merebut bola dari kaki lawan. Kebiasaan ini akhirnya membuatnya dijuluki ‘The Ninja’ oleh para fans Cagliari. Bahkan saking populernya, para fans mencatatkan namanya di urutan ke-11 daftar pemain terbaik sepanjang sejarah klub Sardinia ini.

Tahun 2010 menjadi tahun yang bersejarah, dimana Radja harus kehilangan sang ibu yang meninggal. Di mata Radja, sang ibu memiliki jasa yang teramat besar dalam hidupnya. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk mentato tubuhnya untuk mengenang jasa sang ibu.

Bergabung dengan Roma

Setelah cukup lama menimba ilmu bersama Cagliari, pada tanggal 7 Januari 2014 Radja dipinjamkan ke AS Roma dengan opsi dipermanenkan di akhir masa peminjamannya. Memperkuat klub Serigala Ibukota, Radja memulai debutnya pada 9 Januari 2014, dimana dia ikut berkontribusi atas kemenangan kandang 1:0 atas Sampdoria. Kala itu Roma tengah menjalani kompetisi Coppa Italia dan akhirnya Roma lolos ke partai perempat final.

Radja Nainggolan Pesepak Bola Eropa Berdarah Batak
Radja Nainggolan Pesepak Bola Eropa Berdarah Batak

Permainannya bersama AS Roma semakin meningkat hingga dirinya akhirnya dipermanenkan pada 6 Juli 2015 untuk durasi kontrak hingga 2020. Kemampuan bermain yang apik bahkan sempat menjadikan Radja Nainggolan masuk dalam susunan tim terbaik di Serie A selama tiga musim berturut-turut. 

Bersama I Lupi, Radja sudah mencatatkan 203 penampilan dengan 33 gol. Hingga pada 26 Juni 2018 dirinya resmi menandatangani kontrak bersama Inter Milan untuk durasi sampai tahun 2022 mendatang.

Baca Juga : Theo Hernandez Kunci Kesuksesan AC Milan di Laga Perdana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here