Beranda Berita James Rodriguez Pemain Kesayangan Ancelotti

James Rodriguez Pemain Kesayangan Ancelotti

196
0

James Rodriguez Pemain Kesayangan Ancelotti – Spekulasi soal rencana karir James Rodriguez selanjutnya akhirnya menemui jawaban setelah Everton mengumumkan namanya menjadi punggawa baru musim panas ini. Gelandang asal Kolombia ini diboyong dengan mahar senilai 20 juta Poundsterling.

Tidak Masuk Proyek Zidane

Pemain yang kini berusia 29 tahun ini saat ini terpaksa meninggalkan Real Madrid, klub yang sudah dia bela selama 6 tahun. Musim 2019/2020 lalu dia sempat kembali ke Santiago Bernabeu setelah dua musim sebelumnya dipinjamkan ke Bayern Munchen.

Berharap mendapatkan jatah bermain lebih banyak, namun James Rodriguez malah lebih sering menghangatkan bangku cadangan. Selama musim berlangsung, dirinya hanya dimainkan 14 kali oleh Zizou di semua kompetisi.

Melihat jam bermain yang tidak sesuai harapan, James akhirnya membulatkan tekadnya untuk hengkang dari Los Blancos. Kebetulan namanya juga masuk daftar pemain yang akan dijual karena tidak masuk rencana Zinedine Zidane musim depan. Tetapi saat itu belum ada klub yang rela merogoh kocek untuk menebusnya dari juara La Liga musim 2019/2020 tersebut.

James Rodriguez Pemain Kesayangan Ancelotti
James Rodriguez Pemain Kesayangan Ancelotti Sorce : Skysport

Hingga akhirnya muncul Everton dengan Carlo Ancelotti yang bersiap menampung potensinya. Kali ini keduanya sudah resmi kembali bekerja sama di Goodison Park. Ancelotti bukan orang asing bagi James Rodriguez karena sebelumnya keduanya sempat bekerja sama. Dan ini adalah kali ketiga mereka bertemu di klub yang berbeda.

Awal Karir James Rodriguez

Sebelum mengenal seorang Ancelotti, James Rodriguez memulai karir sepakbolanya dari negara asalnya Kolombia. Darah pemain sepakbola menurun dari ayahnya, Wilson James Rodriguez Bedoya yang dulunya sempat menjadi bagian dari Timnas Kolombia U-20 tahun 1985. Ayah Rodriguez diketahui seangkatan dengan kiper nyentrik kolombia era 1990-an, Rene Higuita.

Meski berasal dari negara di bagian Amerika Selatan, namun bakat James Rodriguez tidak tumbuh dari sepak bola jalanan seperti yang dialami Carlos Tevez. Dia memulai bakatnya dari sekolah sepak bola dan semakin hari semakin matang permainannya.

Masa mudanya dihabiskan dengan berlatih bersama skuad muda klub Envigado Junior di tahun 2005. Setahun kemudian dia tergabung dengan klub lokal Kolombia, Envigado yang merumput di divisi dua. Setahun kemudian, James berhasil mengantarkan timnya tersebut promosi ke divisi utama pada tahun 2007.

Dua tahun membela klub lokal dia hijrah ke Argentina dan membela Banfield. Prestasi menariknya di Argentina adalah menjadi pemain asing termuda yang menjuarai Liga Argentina. 

Tahun 2010 dia hijrah ke FC Porto di Portugal. Bersama FC Porto, James Rodriguez berhasil menjuarai Liga Portugal tiga kali secara beruntun. Hingga akhirnya dia diboyong oleh AS Monaco di musim panas 2013 dengan harga senilai 45 juta Euro.

Bergabung Dengan Real Madrid dan Ancelotti

Bermain gemilang di Liga Prancis, membuat Real Madrid akhirnya berminat untuk tanda tangan James Rodriguez. Pada 22 Juli 2014 lalu, James Rodriguez resmi menjadi pemain Real Madrid setelah hanya semusim bersama AS Monaco.

Ini sekaligus menjadi awal perkenalan dirinya dengan sosok pelatih Carlo Ancelotti. Dia mendarat di Santiago Bernabeu setelah merampungkan transfer senilai 76 juta Euro. Saat itu James Rodriguez mendapatkan kehormatan setelah diberikan nomor punggung 10 yang merupakan warisan dari Luis Figo dan Ferenc Puskas.

Harga tinggi untuk mendatangkan James Rodriguez ternyata tidak sia-sia setelah pemain kolombia tersebut menyumbangkan trofi Piala Super Eropa. Musim perdananya, James menghasilkan 17 gol dari 46 pertandingan di semua kompetisi. Menjadi tandem trio Los Merengues bersama Cristiano Ronaldo, Benzema, dan Gareth Bale, mereka menjadi lawan yang ditakuti di La Liga dan Eropa.

Masa keemasan James Rodriguez masih bertahan hingga Carlo Ancelotti keluar dan digantikan Rafael Benitez. Namun setelah Zidane datang, James tidak lagi menjadi andalan di lini tengah Real Madrid.

Kembali Reuni Kedua di Bayern Munchen

Menjadi penghangat bangku cadangan, membuat James frustasi. Dan kala itu di tahun 2016 Ancelotti tengah melatih Bayern Munchen, dan memintanya untuk bergabung ke Bundesliga. Tawaran tersebut akhirnya diiyakan oleh pihak Real Madrid dan akhirnya di tahun 2017, James dikirim ke Bayern Munchen meski hanya sebagai pemain pinjaman.

Karirnya sempat meredup, namun di tangan Carlo Ancelotti penampilannya mulai kembali meningkat di musim perdananya. Dia langsung mencetak gol pertamanya saat Bayern Munchen mengalahkan Schalke 04 dengan skor 3:0. 

Namun lagi-lagi kebersamaannya dengan Carlo Ancelotti harus berakhir lebih cepat ketika sang pelatih dipecat dan digantikan Willy Sagnol sebelum akhirnya ditetapkan Jupp Heynckes sebagai pelatih definitif.

Baca Juga : Profil Dominik Szoboszlai Gelandang Cerdas Dan Masa Depan Hongaria

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here