Beranda Profil Profil Zlatan Ibrahimovic Dewa yang Tak Kenal Tua

Profil Zlatan Ibrahimovic Dewa yang Tak Kenal Tua

91
0

Profil Zlatan Ibrahimovic Dewa yang Tak Kenal Tua – Jika berbicara tentang pemain sepak bola yang tak kenal masa tua, Zlatan Ibrahimovic mungkin adalah salah satunya. Bintang Timnas Swedia tersebut masih aktif bermain di usianya yang kini menginjak 39 tahun. Bahkan, performanya masih berada di titik tertinggi di usia itu.

Dibalik kehebatannya di atas lapangan, Ibrahimovic dikenal sebagai salah satu sosok yang kontroversial. Ia kerap melontarkan sindiran atau perbuatan yang cukup banyak menarik perhatian publik. Beruntung, Ibrahimovic mampu mengimbanginya dengan permainan impresif di atas lapangan hijau sehingga dijuluki sebagai Dewa.

Ambisius Sejak Remaja

Zlatan Ibrahimovic lahir pada 3 Oktober 1981 di Kota Malmo, Swedia. Ia merupakan buah hati dari pasangan Sefik Ibrahimovic dan Jurka Gravic.

Pria yang akrab disapa Ibra ini tertarik pada sepak bola dan mulai serius menggelutinya pada usia 8 tahun. Kala itu, Ibra kecil bergabung dengan tim akademi Malmo FF. Butuh waktu sekitar 10 tahun bagi Ibra untuk menembus tim utama Malmo.

Ibra memulai debut profesionalnya bersama Malmo pada tahun 1999. Dari tim ini, kepribadian Ibra mulai terbentuk. Ia dikenal sebagai seorang pemain yang ambisius, tendensius, bahkan sedikit arogan ketika berada di dalam maupun di luar lapangan.

Bahkan, salah satu mantan rekannya di Malmo mengaku bahwa Ibra selalu berusaha terlihat lebih dibanding teman-temannya. Ia selalu ingin bersaing untuk menjadi yang terbaik dalam latihan, atau bahkan permainan playstation.

Namun di samping itu, Ibra juga dikenal sebagai sosok striker yang berbahaya. Dengan postur tubuh yang tinggi besar, Ibra mampu meladeni duel dengan bek-bek lawan. Tak hanya itu, ia juga memiliki kecepatan dan tendangan keras nan akurat.

Penuh Kontroversi

Pada tahun 2001 Ibra hijrah ke Belanda untuk bergabung dengan raksasa Eredivisie, Ajax Amsterdam. Bersama Die Amsterdammers, nama Ibra mulai dikenal dunia. Selain terkenal karena performa impresifnya, Ibra juga terkenal karena beberapa kali berseteru dengan rekan setimnya.

Ia sempat dikabarkan cekcok dengan striker Ajax asal Mesir, Ahmed Mido. Kala itu, Mido sempat kesal karena posisinya sebagai striker utama Ajax tersingkir dengan datangnya Ibra yang kerap bertingkah tidak sportif. Mido yang tak bisa menahan amarahnya kemudian melempar sebuah gunting ke arah Ibra saat berada di ruang ganti.

Selain itu, Ibra juga pernah berseteru dengan Rafael Van Der Vaart yang membuatnya pergi meninggalkan Ajax pada 2004. Perseteruan tersebut disinyalir terjadi karena adanya hubungan segitiga antara Ibra, Van Der Vaart dan kekasihnya, Sylvie Meis.

Tak berhenti sampai di situ, Ibra sempat menolak tawaran trial dari Arsenal lantaran enggan mengikuti “audisi”. Menurut Ibra, dirinya adalah striker hebat yang harusnya dikontrak secara langsung tanpa melalui trial terlebih dahulu.

Dalam autobiografinya, Ibra juga menyindir pelatih Manchester City, Pep Guardiola. Ia menyebut pelatih asal Spanyol itu idiot dan pengecut. Bahkan, saat membela Manchester United, Ibra pernah mengaku sebagai Dewa dan Tuhan. Selain itu, masih banyak lagi aksi kontroversial Ibra selama berkarir sebagai pesepak bola profesional.

Profil Zlatan Ibrahimovic Dewa yang Tak Kenal Tua
Profil Zlatan Ibrahimovic Dewa yang Tak Kenal Tua

Buktikan Dengan Prestasi

Sejumlah kontroversi yang ditimbulkan oleh Ibra tampaknya bukan omong kosong belaka. Ia mampu mengimbanginya dengan prestasi yang cukup mengagumkan.

Ibra mampu menjadi andalan di lini depan timnya walaupun berkali-kali berganti seragam. Ia sukses mencetak lebih dari 300 gol selama kurang lebih 2 dekade karirnya di lapangan hijau.

Periode 2012-2016 mungkin menjadi momen terbaik dalam karier Ibra. Ia berhasil tampil moncer bersama Paris Saint Germain di berbagai kompetisi selama 4 musim. Total 123 gol dari 122 pertandingan bersama Les Parisien. Selain itu, ia juga mampu mempersembahkan 4 gelar liga secara beruntun, Coupe de France dan Coupe de la Ligue.

Di negaranya, Ibra dianugerahi sebagai pemain terbaik Swedia selama 11 kali secara berturut-turut sejak tahun 2005. Namun, dominasinya akhirnya terpatahkan pada tahun 2017 di mana Andreas Granqvist mampu mengalahkan perolehan poin sang Dewa.

Masih Jadi Andalan

Kini, Ibra kembali bermain di kompetisi Italia bersama AC Milan. Kedatangannya ke San Siro pada musim dingin kemarin sukses mengangkat performa Rossoneri di Serie A.

Ibra yang kini berusia 38 tahun mampu bersaing dengan sejumlah pemain bintang lain yang usianya jauh di bawahnya. Ia seakan membuktikan bahwa usia bukan menjadi tolak ukur keberhasilan seorang pesepak bola. Ibra berhasil membukukan 10 gol dari 18 penampilannya di Serie A musim lalu bersama Milan.

Berkat penampilan cemerlangnya, Milan pun tak ragu untuk memberi Ibra proposal perpanjangan kontrak. Bintang Timnas Swedia ini pun sepakat menambah masa baktinya untuk Milan hingga setahun kedepan.

Baca Juga : Usai Proses Panjang Gabriel Maglhaes Resmi Miliki Arsenal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here